BONE-Personel Satpolairud Polres Bone kembali turun ke tengah masyarakat untuk melaksanakan giat sambang bertempat di wilayah pesisir Kelurahan Panyula Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Ahad (17/05/2026).
Aksi humanis yang dilakukan oleh Kasubnit Binmas Air Satpolairud Polres Bone Bripka Irdal, SH ini merupakan implementasi nyata dari program unggulan Kabaharkam Polri, yakni Polisi Penolong.
Dalam giat tersebut, Kasubnit Binmas Air Satpolairud Polres Bone membantu nelayan menjahit jaring ikan sekaligus mengajak untuk proaktif menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing dan sebagai bentuk kemudahan pelayanan, masyarakat diimbau untuk memanfaatkan jalur komunikasi resmi kepolisian.
“Jika masyarakat menemui gangguan kamtibmas namun terkendala untuk datang ke kantor, silakan hubungi layanan aduan Call Center 110. Kami ingin memastikan kehadiran Polri memberikan rasa aman yang nyata di lingkungan pesisir,” katanya.
Melalui komunikasi dan kemitraan yang intensif ini, diharapkan fungsi Binmas perairan dapat berjalan optimal guna menciptakan situasi wilayah hukum Polres Bone yang tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kasat Polairud, Akp Agustang, S.H.,M.Si menyatakan bahwa kehadiran personelnya bertujuan untuk mempercepat respon terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah perairan. Ia menekankan pentingnya keselamatan kerja bagi para nelayan.
“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta memastikan alat keselamatan (life jacket) tersedia di atas kapal. Hal ini demi meminimalisir risiko kecelakaan di laut,” tegas Kasat.
Selain faktor keselamatan, Kasat Polairud juga menaruh perhatian besar pada kelestarian ekosistem laut. Ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak merusak sumber daya alam yang menjadi tumpuan hidup mereka.
“Kami terus mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke laut. Yang paling utama, kami melarang keras penangkapan ikan secara ilegal, baik menggunakan bom ikan maupun racun, karena dampaknya sangat merusak ekosistem jangka panjang,” tutupnya.
a4K5











